



MUSPROV XII INKINDO BALI 2026: Perkuat Profesionalisme Konsultan, Rai Hartana Terpilih Pimpin Organisasi Periode 2026–2030
DENPASAR — Musyawarah Provinsi (Musprov) XII Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Bali Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat profesionalisme, solidaritas anggota, dan peran konsultan dalam mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu, 6 Mei 2026, di Hotel Prama Sanur Beach Bali, Denpasar, dan dibuka oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.
Mengusung tema “Sinergitas dan Profesionalisme Jasa Konsultan yang Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”, Musprov XII menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja periode sebelumnya, menyusun arah kebijakan organisasi, serta menetapkan kepengurusan baru INKINDO Bali periode 2026–2030.
Gubernur Bali Dorong Keterlibatan Konsultan Lokal
Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya keterlibatan konsultan dan tenaga profesional lokal dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Pulau Dewata. Menurutnya, pembangunan yang berkualitas membutuhkan sumber daya manusia yang berintegritas, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi.
Pemerintah Provinsi Bali saat ini memberikan perhatian terhadap sejumlah proyek infrastruktur strategis, termasuk rencana pembangunan underpass dan overpass Jimbaran serta kelanjutan pembangunan jalan shortcut Singaraja–Mengwitani pada titik 11 dan 12.
Koster menekankan bahwa konsultan lokal perlu mendapat ruang untuk berkontribusi sesuai kompetensi dan kualitas profesionalnya. Sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan badan usaha jasa konsultansi dinilai penting untuk memastikan pembangunan berjalan efektif serta memberikan manfaat bagi masyarakat Bali.
Ia juga berharap INKINDO Bali dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan, gagasan, dan solusi teknis bagi berbagai tantangan pembangunan daerah.
Forum Evaluasi dan Konsolidasi Organisasi
Musprov XII tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga wadah konsolidasi untuk menghadapi tantangan industri jasa konsultansi yang semakin kompleks.
Ketua DPP INKINDO Bali periode 2022–2026, I Gusti Made Palguna, menyampaikan pentingnya meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi antaranggota, dan mendorong inovasi agar konsultan Bali semakin mampu bersaing dalam memperoleh peluang usaha.
Berbagai tantangan turut menjadi perhatian, mulai dari dinamika regulasi perizinan dan sertifikasi tenaga ahli hingga perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Perubahan tersebut menuntut badan usaha jasa konsultansi untuk terus beradaptasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat tata kelola profesional.
Selain itu, perlindungan dan peningkatan daya saing konsultan lokal, khususnya badan usaha kecil dan menengah, menjadi salah satu isu penting dalam mendorong ekosistem jasa konsultansi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
